Liputan6.com, Jakarta Andien Aisyah tengah berduka atas meninggalnya seorang anak bernama Pika, yang mengidap cerebral palsy. Dalam unggahan di media sosialnya, Andien mengenang pertemuannya dengan Pika dan ibunya, Santi Warastuti, yang memperjuangkan penggunaan ganja medis sebagai terapi bagi anaknya.
Ia menulis, "2022 lalu, saat CFD, aku bertemu Ibu Santi yang sedang bersama anaknya, Pika. Pika ada di kereta bayi, sementara Ibu Santi membawa poster yang menurutku luar biasa berani."
Dalam pertemuan tersebut, Andien dan Santi berbagi momen emosional yang mendalam. "Aku mendekat, dan saat kami berpelukan, air mata kami berdua sama-sama jatuh. Ternyata, ia sedang memperjuangkan Read Entire Article