Bencana hidrometeorologi yang terjadi di Kabupaten Sukabumi tak hanya menimbulkan kerusakan fisik berupa jalan dan putusnya jembatan, namun komunikasi warga juga terdampak. Nelis warga Sukabumi yang kini bekerja di Sentul, Bogor, tidak bisa menghubungi keluarganya di Kampung Cidangdeur, Purwasedar, Ciracap.
Ia telah berusaha menghubungi keluarganya sejak Rabu (3/12) untuk mengetahui kabar mereka. Tapi ternyata tidak ada yang bisa dihubungi.
“Terakhir komunikasi itu Selasa malam, hari itu tuh masih lancar komunikasi. Besoknya karena ada kabar banjir, langsung coba menelepon dan WA, tapi enggak bisa. Sampai Kamis siang ini pun belum bisa terhubung dengan keluarga di Ciracap. Padahal ingin sekali tahu keadaan keluarga di sana,” ujar Nelis, Kamis (5/12).
Sejauh ini Nelis baru bisa menghubungi tetangganya di kampung. Itu pun karena dia berada di RSUD Jampangkulon untuk merawat keluarga yang sakit. Dari dia juga Nelis tahu Sungai Cikarang yang melintasi kampung halamannya meluap.
Namun Nelis belum bisa memastikan apakah kampung halamannya itu terdampak banjir atau tidak. Menurut temannya, komunikasi terputus karena listrik mati di kampung halamannya.
Kini Nelis terus memantau perkembangan mengenai kondisi daerahnya dari media sosial serta berita.
“Saya masih terus berupaya agar bisa menghubungi keluarga. Semoga mereka baik-baik saja. Kalau pun saya pulang ke sana melihat dulu kondisi jalannya, banyak jalan menuju ke wilayah selatan Sukabumi yang belum bisa diakses secara normal,” katanya.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengakui terjadinya keterlambatan dalam hal perkembangan di lokasi bencana karena komunikasi yang kerap kali terputus. Faktor terganggunya komunikasi itu salah satunya aliran listrik ke daerah bencana yang juga terputus.
Terkait hal itu, PLN telah berupaya melakukan penanganan dengan membentuk tim khusus.
“Untuk penanganan listrik ini, PLN membuat tim khusus 300 orang dari Bandung. Mereka bekerja 24 jam, tapi tetap keselamatan yang utama jadi melihat kondisi kalau tidak hujan mereka terus bekerja dan ketika hujan akan berhenti,” ujar Bey usai meninjau lokasi pergerakan tanah di Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Kamis (5/12).
Lebih lanjut Bey menyatakan evakuasi warga menjadi fokus penanganan bencana di Sukabumi. Begitu juga dengan jalan yang terdampak longsor dan jembatan putus.
“Untuk jalan yang terputus itu ada enam titik, semuanya jalan ruas provinsi,” ujarnya.