Jaringan pipa gas yang dioperasikan oleh Petronas terbakar dan melukai 33 orang pada Selasa (1/4) di pinggiran ibu kota Kuala Lumpur, Malaysia.
Dikutip dari AFP, direktur pemadam kebakaran Selangor Wan Md Razali Wan Ismail mengatakan, 6 orang yang terluka dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.
Ketua Komite Penanggulangan Bencana Selangor, Mohd Najwan Halimi, mengungkapkan masih ada orang yang terjebak di dalam rumah di Kampung Kuala Sungai Baru dan upaya penyelamatan masih berlangsung.
Petronas dalam pernyataannya mengatakan pipa gas itu sudah diisolasi. Meski demikian, api telah menjalar ke rumah-rumah yang ada di sekitarnya.
Korban Luka Akibat Kebakaran Pipa Gas Bocor di Malaysia Jadi 100 Orang
Kebakaran ini diakibatkan kebocoran pipa gas sepanjang 500 meter di kota Puchong.
Dikutip dari AFP, pipa gas milik Petronas itu sudah ditutup.
Wakil Kepala Polisi Selangor, Mohamad Zaini Abu Hassan, mengungkapkan ada 100 orang yang terluka dan 60 di antaranya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Meski tidak ada korban tewas, sekitar 50 rumah terdampak kebakaran. Warga pun terpaksa harus mengungsi, meski masih dalam suasana libur Idul Fitri.
Nizam Mohamad Asnizam (49), yang tinggal 100 meter dari titik kebakaran, mengungkapkan terpaksa harus meninggalkan rumah bersama keluarganya.
"Ketika saya bangun, saya melihat api berkobar dengan suara yang keras. Saya tidak pernah melihat api dengan suara seperti ini. Suaranya sangat menakutkan, seperti ada mesin jet di sebelah saya," kata Nizam.
"Menginjakkan kaki di lantai seperti menginjak wajan panas. Panasnya seperti memasukkan kepala dalam oven, rasanya seperti saya terbakar," lanjutnya.
Besarnya api juga terlihat dari rekaman dashcam yang tersebar di media sosial. Terlihat api yang tampaknya berasal dari ledakan, sehingga menciptakan bola api besar yang membumbung ke langit.