Jet tempur F-15I dan F-35I Angkatan Udara Israel terbang bersama pembom B-52 AS selama latihan pada 4 Maret 2025.
REPUBLIKA.CO.ID,GAZA -- Sebuah serangan udara Israel yang dahsyat sengaja menargetkan sebuah klinik Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB (UNRWA) di kamp pengungsi Jabalia, Gaza, Palestina yang padat penduduk.
Akibat serangan keji Israel tersebut, sebanyak 19 warga sipil termasuk sembilan anak-anak Palestina wafat. Hal ini disampaikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Gaza.
Serangan Israel yang brutal tersebut menimpa para pasien yang sedang mencari perawatan medis. Akibatnya tubuh-tubuh para pasien terpotong-potong dan dilalap api, para saksi mata melaporkan hal tersebut, dikutip dari halaman Days of Palestine, Kamis (3/4/2025).
Tim penyelamat terus menyisir puing-puing di Klinik Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk mencari korban lainnya, dan jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah.
Para saksi mata menggambarkan adegan-adegan horor, mayat-mayat yang dimutilasi, jasad-jasad yang hangus terbakar, dan seorang anak yang ditemukan terpenggal. Kementerian Kesehatan Gaza telah mengutuk serangan Israel tersebut sebagai kejahatan perang, dan menyerukan intervensi internasional yang mendesak.
Serangan terhadap klinik UNRWA merupakan bagian dari eskalasi yang lebih luas dalam genosida Israel di Gaza. Sejak fajar menyingsing, sedikitnya 47 orang telah wafat dalam beberapa serangan udara. Sementara rumah sakit yang berjuang untuk mengatasi luka parah dan persediaan medis yang semakin menipis.
Klinik UNRWA telah menampung keluarga-keluarga yang mengungsi pada saat serangan terjadi.
Meskipun Israel mengklaim bahwa aksi militernya menargetkan perlawanan, organisasi-organisasi hak asasi manusia (HAM) telah berulang kali mendokumentasikan jatuhnya korban sipil yang meluas, karena rumah sakit, sekolah, dan daerah pemukiman terus dibom.