
MASUKNYA militer ke sejumlah perguruan tinggi akhir-akhir ini menuai kritik. Upaya itu dinilai sebagai langkah untuk mengendalikan mahasiswa yang dianggap sebagai pemicu instabilitas di mata Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Merespons itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen Kristomei Sianturi, membantah bahwa pihaknya yang memasuki kampus. Namun, TNI datang sebagai yang diundang ke kampus.
“Bukan TNI masuk kampus, tapi TNI yang diundang ke kampus. Dan itu tidak terkait dengan pengesahan RUU TNI,” tegas Kristomei kepada Media Indonesia, Kamis (3/4).
“Dari dulu juga banyak berbagai kampus yang meminta bantuan TNI dalam rangka memberikan wawasan kebangsaan, pelatihan kedisiplinan bagi mahasiswanya,” tambahnya.
Sehingga, kata Kristomei, kedatangan TNI merupakan atas undangan atau inisiatif kampus yang bersangkutan.
Kristomei menilai kedatangan TNI ke kampus menjadi perhatian publik dikarenakan adanya yang mengaitkan dengan momen pengesahan RUU TNI.
“Ya mungkin saja begitu, dikait-kaitkan. Padahal kegiatan seperti itu sudah dari dulu, bukan hal yang baru dan di berbagai kampus,” tandas Kristomei. (Ykb/P-3)