Media Barat Gembar Gembor Protes Anti Hamas di Gaza, Jurnalis Inggris Speak Up

1 day ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Warga Palestina menghadiri protes mendesak dihentikannya perang di Beit Lahiya, Jalur Gaza utara, Rabu, 26 Maret 2025.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Dua demonstrasi yang pecah di jalur Gaza pada pekan ini mendapat perhatian lebih dari media barat, terutama karena menyuarakan protes terhadap Hamas. Unjuk rasa ini digambarkan sebagai gerakan Palestina organik terhadap yang mengkritik kekuasaan pemerintahan di dalam wilayah yang dikepung.

Jurnalis senior dan pembuat film dokumenter yang fokus terhadap permasalahan Palestina, Robert Inlakesh, menyuarakan pendapatnya terhadap framing tersebut, melalui artikelnya di Palestine Chronicle yang berjudul Beyond The Headlines: What Lies behind the Anti-Hamas Protests in Gaza pada 28 Maret 2025.

Pada Selasa, serangkaian protes kecil dimulai terhadap perang di Gaza, yang terjadi di wilayah utara, yang paling menonjol terjadi di Beit Lahia. Beberapa poster bertuliskan "Hamas Out."  Belasan demonstran lain  terekam meneriakkan hal yang sama, sementara yang lain mengangkat poster yang menyerukan diakhirinya perang. Keesokan harinya, para pemimpin lokal juga menyerukan protes di daerah lain di seluruh Gaza, yang semuanya mengecam elemen anti-Hamas.

Hari pertama protes memang menampilkan elemen anti-Hamas yang jelas. Meski demikian, jumlahnya sangat kecil dengan minimnya dukungan dari rakyat. Hal ini tercermin dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh tokoh masyarakat di Beit Lahia yang mengecam segala upaya untuk menyerang perlawanan Palestina, yang berarti Hamas dalam kasus ini. Namun, tiba-tiba, media Israel, selain media yang didanai negara Saudi, Al-Hadath dan Al-Arabiyya, mulai meliput protes tersebut seolah-olah pemberontakan anti-Hamas sedang terjadi di Jalur Gaza.

Tidak lama kemudian Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, bahkan ikut campur untuk mendorong protes yang berkelanjutan, karena pejabat dari Otoritas Palestina (PA) juga melakukan hal yang sama.

Setelah berbagai seruan untuk protes, yang didorong oleh PA dan Israel, keesokan harinya ada beberapa ratus orang yang memutuskan untuk muncul dan menyuarakan ketidaksukaan mereka terhadap Hamas. Meskipun skala demonstrasi tersebut kecil, media korporat Barat dan segelintir influencer Palestina di internet berhasil membuatnya tampak seolah-olah demonstrasi ini adalah keinginan mayoritas di Jalur Gaza.

Read Entire Article